Cegah Bullying Sejak Dini, Siswa SD Inpres Busalangga Diberi Edukasi Bahaya Perundungan
www.tribratanewsrotendao.com - Rote, Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Polres Rote Ndao melalui Seksi Hukum (Si Kum) menggelar sosialisasi bahaya bullying.
Kegiatan sosialisasi bahaya bullying dilaksanakan di SD Inpres Busalangga, Kelurahan Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi, para guru, serta staf SD Inpres Busalangga. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bahaya perundungan serta menanamkan kesadaran untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan yang positif di lingkungan sekolah.
Hadir sebagai pemateri dari Si Kum Polres Rote Ndao Brigpol Karolus Lantong, S.H.
Dalam penyampaian materi, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak buruk yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menolak tindakan tersebut.
Para siswa juga diingatkan bahwa bullying bukan sekadar candaan. Perilaku yang merendahkan, mengejek, mengintimidasi, mengucilkan, maupun menyakiti orang lain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, dan proses belajar korban.
"Adik-adik harus tahu apa itu bullying, dan jangan pernah dilakukan apalagi kepada sesama teman, karena dengan adanya perilaku yang merendahkan, mengejek, mengintimidasi, mengucilkan, maupun menyakiti orang lain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikologis dan rasa percaya diri," jelasnya.
Jadi jangan pernah dilakukan, jadikan teman itu sebagai sahabat yang selalu hadir dan bisa diajak bermain serta belajar, bukan menjadi musuh yang selalu disakiti atau direndahkan, ajaknya.
Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan mampu mengenali tindakan perundungan sejak dini, berani mengatakan tidak terhadap perilaku bullying, serta tidak ragu meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dan berlangsung dengan lancar. Kepala Sekolah SD Inpres Busalangga Welhelmus Adu, S.Pd menyambut baik akan kegiatan yang dilaksanakan tersebut, dirinya berharap kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin dan terjadwal.
Menurutnya, dengan adanya sosialisasi ini bisa memberi pemahaman sejak dini kepada anak-anak sekolah dan diharapkan dapat memberikan peringatan akan bahaya bullying.
"Kami atas nama sekolah mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan ini, semoga kedepan dapat dilaksanakan lagi secara rutin, dengan ini anak-anak dapat mengerti apa itu bullying dan apa bahayanya," ucap Kepala Sekolah.
Dengan demikian, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menciptakan suasana sekolah yang saling menghargai, penuh kepedulian, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Sebagai tindak lanjut, diperlukan komitmen bersama antara siswa, guru, tenaga pendidik, dan orang tua untuk membangun budaya anti-bullying.
Dengan kerja sama seluruh pihak, sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi tanpa rasa takut terhadap perundungan. (H'rnd)

