Kasi Propam : Pengamanan Dilakukan Untuk Cegah Kekerasan Fisik Selama Pelatihan Satpam di Mapolres Rote Ndao

Pengamanan dan Pengawasan Yang Dilakukan Untuk Memastikan Kelancaran Diklat Satpam Kualifikasi Gada Pratama

Kasi Propam : Pengamanan Dilakukan Untuk Cegah Kekerasan Fisik Selama Pelatihan Satpam di Mapolres Rote Ndao
Personel Propam Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Diklat Satpam di Mapolres Rote Ndao, Minggu (19/04/2026)

ROTE. Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Rote Ndao terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Pengamanan kualifikasi Gada Pratama Satpam Angkatan VI yang digelar di Mapolres Rote Ndao. Kegiatan Pelatihan yang dibuka secara langsung  oleh Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono.,S.ST.,M.K.P dijadwalkan akan dilakukan selama 14 (Empat belas) hari. Minggu (19/04/2026)

Pengawasan yang dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan diklat berjalan sesuai ketentuan serta tidak berpotensi menimbulkan praktek kekerasan maupun penyimpangan yang dapat merusak citra Polri.

Kasi Propam Polres Rote Ndao, Iptu I Gede Putu Parwata, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Propam dalam setiap diklat Satpam merupakan perintah langsung Kapolres Rote Ndao sekaligus amanat Perpol Nomor 4 Tahun 2020.

“Tugas kami memastikan Satpam dilatih secara humanis. Tidak boleh ada kekerasan fisik maupun verbal abuse, atau kegiatan yang tidak sesuai dengan materi yang telah dijadwalkan. Satpam adalah mitra Polri yang nantinya akan melakukan pengamaman swakarsa sesuai kebutuhan pengguna jasa Satpam,” tegas Iptu I Gede Putu Parwata.,S.H

Pengawasan terhadap seluruh rangkaian kegiatan diklat, mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), Pengenalan beladiri Polri , hingga materi pembelajaran di kelas. Pengawasan difokuskan pada empat aspek utama, yakni legalitas penyelenggara, kesesuaian kurikulum, Perlakuan instruktur kepada peserta, serta keselamatan dan kesehatan peserta.

“Hasil pengawasan kami menunjukkan bahwa 65 peserta Gada Pratama dalam kondisi baik. Tidak ditemukan temuan kekerasan. Arahan bagi peserta yang diterapkan instruktur masih dalam batas wajar, berupa push up dan lari, tanpa adanya kontak fisik,” jelas Kasi Propam.

Selain pemantauan langsung di lapangan, Propam juga melakukan wawancara atau testimoni secara random kepada sejumlah peserta dan kesan saat mengikuti latihan bersama peserta lainnya, Hal ini untuk menjadi evaluasi atau masukan bagi seluruh instruktur agar kendala yang dihadapi oleh peserta bisa diberikan solusi yang cepat.

“Capek iya, tetapi instruktur tidak ada yang main tangan. Kalau salah ya dihukum, tetapi bentuknya tindakan fisik yang sewajarnya. Kami memahami ini untuk membentuk mental,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Komunikasi antara perwakilan Ditbinmas Polda NTT dan seluruh Instriktur juga terjalin dengan baik untuk melakukan pendampingan demikian juga dengan Dokkes Polres Rote Ndao yang selalu stand by selama latihan fisik berlangsung mengantisipasi jika terdapat peserta yang membutuhkan penanganan medis.

Penyelanggaran pelatihan Satpam pada Polres Rote Ndao ini merupakan kedua kali, Semoga dengan pengawasan yang ketat dan Instruktur yang sesuai kualifikasi mampu menghasilkan Personel Satpam yang siap menghadapi lapangan kerja karena kemampuan diri yang dapat dipercaya" terang IPTU I Gede Putu Parwata.,S.H. (BDN_23)